Tembus RP 1,25 Miliar APBD Jember Untuk Serap Aspirasi, Warga Curi Beras Viral, Bantuan Sebelumnya Mengalir ke Kabupaten Lumajang

JAWA TIMUR, JEMBER46 Dilihat

Jember,PN– Banderol 1,25 miliar untuk kegiatan di Umbulsarl, hingga warga Jember curi beras, dan Baksos Bupati Jember ke Lumajang beberapa waktu lalu menjadi sorotan warga.

Sejumlah kebijakan anggaran di Kabupaten Jember menjadi perbincangan warga dalam beberapa hari terakhir.

Mulai dari kegiatan di tingkat kecamatan hingga penyaluran bantuan lintas kabupaten.

Di Kecamatan Umbulsari, muncul adanya kegiatan dengan banderol anggaran mencapai Rp 1.250.000.000 belum di tambah konsumsi, kursi terop publikasi dan perjalanan dinas Pejabat.

BACA JUGA : Di Saat Rencana Utang Rp 786 Miliar Mengintai, Kegiatan Seremonial Jember Masif Tembus Rp 1,25 Miliar Pertitik Belum EO

Dalam dokumen angka itu untuk belanja Mie Instan dan Beras kemasan 5 kg yang akan di bagikan kepada 5000 warga wilayah kecamatan Umbulsari.

Beredar kabar bahwa angka Rp 1.250.000.000 untuk
kegiatan Bunga Desa yang merupakan program rutin Bupati Jember, Muhammad Fawait, untuk menyerap aspirasi warga secara langsung di desa.

Target dan Sasaran kegiatan adalah terpenuhinya Sembako untuk peserta kegiatan Sosialisasi dan Jaring Aspirasi Masyarakat di lingkup Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember.

Sumber dana yang diperlukan untuk membiayai pengadaan sewa kendaraan ini berasal dari APBD Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2026 pada Kode Rekening 5.1.02.01.000039 Belanja Barang untuk Dijual/Diserahkan kepada Masyarakat Tahun 2026 dengan pagu sebesar Rp. 1.250.000.000,- untuk 5.000 paket di tandatangani Prihan Jadid, S.STP, M.Si camat Umbulsari pada 14 Oktober 2026.

BACA JUGA : Buntut Dugaan PJU Perumahan Fiktif,5 Pejabat Lingkungan Pemkab Jember Dan 3 Rekanan Resmi Dilaporkan ke KPK

Di sisi lain, di saat anggaran ratusan juta hingga miliaran digelontorkan untuk kegiatan seremonial, muncul kisah ironis di lapangan.

Seorang warga di wilayah Jember dikabarkan nekat mencuri beras demi anaknya bisa makan dan video itu viral di jagat Maya bahkan di salah satu TV nasional seperti tayangan di liputan6 .

Kejadian itu memicu simpati warga dan mempertanyakan ketepatan sasaran data penerima bantuan sosial.

Tak berhenti di situ, penyaluran bantuan oleh Bupati Jember, Mohammad Fawait, kepada warga Wutgalih kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang beberapa waktu lalu juga ikut menjadi sorotan. Bantuan di serahkan terbungkus Tas warna pink bertuliskan Wadul Gus’e.

Warga mempertanyakan penggunaan APBD Jember untuk bantuan di luar daerah, di tengah warga Jember sendiri yang masih membutuhkan.

Padahal 21 September 2026 kabupaten Lumajang sedang tidak dalam bencana nasional.

“Masa anggaran Rp 1,25 M untuk seremonial ada, tapi warga sendiri sampai curi beras karena lapar. Padahal sebelumnya 21 September 2016 Bupati Jember gelar Baksos ke Lumajang yang kemas Gowes Bareng Bupati . Ini yang kami nilai pemborosan APBD Jember,” ujar Jumantoro kepada media ini, 02 November 2026.

Pemkab Jember belum memberikan keterangan resmi terkait rincian anggaran Rp 1,25 miliar serta sumber dana bantuan yang disalurkan ke warga Lumajang apakah berasal dari APBD, CSR, atau dana pribadi dan relawan.

Jumantoro menilai, penting bagi Pemkab Jember untuk membuka secara transparan RAB kegiatan Bunga Desa dan sumber dana bantuan lintas daerah agar tidak menimbulkan spekulasi pemborosan di tengah efisiensi.

Bagi Jumantoro pentingnya keterbukaan anggaran pada masyarakat agar tidak timbul fitnah di masyarakat.

Media ini mencoba melakukan konfirmasi kepada Prihan Jadid, S.STP, M.Si PPK Umbulsari sekaligus camat setempat melalui pesan Watshap tidak di balas hingga berita ini terbit. (#)