Jember,PN – Program Bunga Desaku yang digagas Pemerintah Kabupaten Jember sebagai ajang sosialisasi dan jaring aspirasi masyarakat, kini menuai sorotan tajam.
Terbongkar, anggaran untuk jasa Penyelenggara Kegiatan atau Event Organizer (EO) Program Bunga Desaku di Kecamatan Umbulsari disebut mencapai ratusan juta rupiah.
Angka fantastis tersebut memicu pertanyaan besar dari masyarakat untuk kegiatan sosialisasi tingkat kecamatan, kemana larinya uang ratusan juta itu?
BACA JUGA : Camat Umbulsari Sekaligus PPK Setempat Membandrol Rp 1.250.000.000 Untuk Rencana Kegiatan Bupati
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat dan dokumen pengadaan, anggaran EO Bunga Desaku di Umbulsari diperkirakan mencapai Rp200 juta.
Jumlah itu dinilai tidak masuk akal jika dibandingkan dengan skala kegiatan yang hanya digelar dalam waktu singkat di beberapa titik desa.
“Bunga Desaku itu acara pemerintah, ketemu rakyat, sosialisasi. Bukan acara konser, bukan festival besar. Kok EO-nya bisa sampai ratusan juta? Ini yang membuat kami curiga,” ujar Jumantoro,07 November 2026.
Menurut Jumantoro, anggaran EO harga pasar di Jember, totalnya tidak menembus ratusan juta.
“Sewa harga wajar, paling puluhan juta. Kalau sampai ratusan juta, berarti ada yang digelembungkan,” tegasnya.
Jumantoro menduga ada praktik markup dalam penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) untuk paket EO tersebut. Ia juga menduga ada permainan penunjukan EO yang tidak transparan.
“Jangan sampai EO ini hanya perusahaan pinjam bendera, yang sebenarnya dikerjakan orang dalam,” katanya.
Ia juga menyoroti pola yang sama di kecamatan lain. Di Kecamatan Jelbuk, sewa kursi plastik saja sudah diduga markup dengan harga Rp15.000 per buah, padahal harga pasar hanya di bawah 5000 per buah.
“Di Umbulsari sewa kursi diduga markup. EO-nya ratusan juta. Polanya sama, Bunga Desaku ini rawan jadi ladang proyek,” tambah Jumantoro.
Masyarakat mendesak Camat Umbulsari atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk segera membuka dasar anggaran ratusan juta bahkan miliaran rupiah untuk pengadaan barang Mie Instan dan Beras.
” Ini uang APBD, uang rakyat. Jangan ditutup-tutupi,” ujar Jumantoro.
Atas terbongkarnya anggaran EO ratusan juta ini, Jumantoro mendesak Inspektorat Kabupaten Jember, BPK, dan Aparat Penegak Hukum untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap Program Bunga Desaku di Kecamatan Umbulsari.
Audit diminta tidak hanya pada paket EO, tetapi juga seluruh paket pendukung lainnya, mulai dari sewa kursi, sewa tenda, sewa mobil MPV, konsumsi, hingga belanja bantuan.
“Kalau tidak diaudit sekarang, malah jadi ajang menghamburkan APBD,” pungkasnya.
Ironisnya, saat wartawan berupaya mengkonfirmasi ke Camat Umbulsari, tidak ada jawaban.
Dihubungi berkali-kali melalui telepon dan pesan WhatsApp, Camat tidak mengangkat dan tidak membalas.
Hingga rilis ini diterbitkan, pihak Kecamatan Umbulsari belum memberikan klarifikasi resmi terkait anggaran EO ratusan juta tersebut.
Sebab nilai anggaran dan rincian pekerjaan masih memerlukan verifikasi dokumen resmi dan audit dari pihak berwenang. (ji)