Waduh! Gara-Gara Rujukan Masih Ditulis Tangan, Keluarga Pasien Ini Sesalkan Harus Ribet Urus Administrasi Rumah Sakit

Berita, JAWA TIMUR, JEMBER132 Dilihat

Jember,PN – Pelayanan Rumah Sakit Daerah (RSD/RSUD) seharusnya mengedepankan fungsi sosial dan pemenuhan hak atas kesehatan masyarakat.

Prinsip utama pelayanan Rumah Sakit Plat merah itu seharusnya cepat, tepat, dan terbuka dan efisien, meminimalkan waktu tunggu pasien, serta transparan dalam informasi.

Kali ini RSD Balung yang di keluhkan warga Curah Kalong Kecamatan Bangsalsari kabupaten Jember .

Dikatakan Abdul Hasan melalui pesan suaranya bahwa sebelumnya Supia warga RT 01 RW 28 Desa Curah Kalong Bangsalsari Jember rawat inap di RS Balung selama 4 hari terhitung sejak masuk Minggu 4 Oktober hingga hari Rabu 7 Oktober di perbolehkan untuk pulang.

BACA JUGA : kuasa-hukum-2-perusahan-menduga-proses-mini-kompetisi-di-dpupr-kabupaten-jember-cacat-hukum/

Namun pada hari Rabu 07 Oktober oleh petugas ruangan RSD Balung pasien diperbolehkan pulang tapi akan di buatkan rujukan dulu ke Patrang (RSD dr Soebandi) untuk rawat jalan.

“Dibuatkan rujukan ke Patrang (dr Soebandi) oleh petugas ruangan RSD Balung tapi tulisan tangan,” kata Abdul Hasan.

Namun , dijelaskan Abdul Hasan surat rujukan yang dibuat oleh petugas ruangan RSD Balung tidak bisa dilayani di RSD Soebandi karena di tulis tangan.

Abdul Hasan mengaku heran kok berani surat rujukan di tulis tangan,”apa punya wewenang,” kata Hasan bertanya-tanya.

Hasan menjelaskan mintanya RSD Soebandi rujukan yang di ketik Komputer, bukan tulisan tangan,”kata Hasan.

Bagi Abdul Hasan seharusnya rujukan di buatkan tanggal 7 Oktober justru di buat tanggal 8 Oktober oleh petugas ruangan RSD Balung dan itupun pihak RSD Soebandi tidak bisa lagi menerima surat rujukan itu.

Baginya dari itulah saya mulai kesulitan hingga harus naik turun tangga di RSD Soebandi,”jelas Hasan.

Bahkan di suruh menghubungi pihak RSD Balung. Setelah di hubungi bilangnya masih proses padahal sudah menunggu sekitar 2 jam lebih.

Akibat menunggu proses terlalu lama dokter yang ia tuju dari rumah jam operasional prakteknya selesai.

“Kan jam 11 siang pelayanan dokter yang dituju sudah tutup mas, dan harus pindah ke dokter lain,” terang Abdul Hasan.

Saya heran kok bisa-bisanya rujukan tulisan tangan yang di buat petugas RSD Balung tidak bisa di proses di RSD Soebandi.

“Kalau memang rujukan tulis tangan tidak bisa di proses di RSD Soebandi kenapa kok saya di buatkan rujukan dengan tulisan tangan,”sesal Abdul Hasan.

Akibat proses administrasi yang terlalu lama Pasiennya mengalami lemas dan muntah,”pungkas Hasan.

Sementara Kepala Bidang Pelayanan dan penunjang Medis RSD dr Soebandi dr Tri Wiranto saat di konfirmasi media ini membenarkan bahwa,” kalau pasien UHC atau pasien BPJS ada program komputer sehingga bisa terekam data rujukan, sehingga RSD dr Soebandi bisa melayani.

“Tujuannya agar pasien tidak di bebani biaya dan rumah sakit bisa melakukan tagihan biayanya ke BPJS kesehatan,”katanya.

Ditambahkan Tri Wiranto bahwa kalau rujukan tulisan tangan tidak akan tersimpan di datanya BPJS kesehatan, maka jika rumah sakit melayani pasien itu biayanya rumah sakit tidak bisa di tagihkan ke BPJS,” pungkasnya. (ji)