Dari Daun Resam Menjadi Karya Bernilai, Bupati Anwar Sadat Optimistis Ecoprint Kuala Dasal Mampu Menembus Pasar Nasional

Uncategorized13 Dilihat

TANJAB BARAT – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus mendorong lahirnya pelaku usaha kreatif yang mampu mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Komitmen tersebut kembali ditegaskan Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., saat bersama Wakil Bupati Dr. H. Katamso, S.A., S.E., M.E., mengunjungi sentra UMKM Ecoprint di Desa Kuala Dasal, Kecamatan Tungkal Ulu, Jumat (17/7).

Kunjungan yang dilakukan usai rangkaian Safari Jumat itu menjadi bagian dari agenda pemerintah daerah dalam melihat langsung perkembangan usaha masyarakat sekaligus memberikan motivasi kepada pelaku UMKM agar terus berinovasi memanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki desa.

Di lokasi, Bupati dan rombongan menyaksikan secara langsung proses pembuatan kain ecoprint yang memanfaatkan daun resam sebagai bahan utama pembentuk motif alami. Tanaman yang selama ini tumbuh liar di sekitar kawasan Desa Kuala Dasal berhasil diolah menjadi produk fesyen bernilai seni tinggi melalui teknik pewarnaan alami yang ramah lingkungan.

Anwar Sadat mengaku bangga melihat kreativitas masyarakat, khususnya kelompok ibu-ibu yang mampu mengubah potensi sederhana menjadi produk dengan nilai jual yang menjanjikan. Menurutnya, inovasi tersebut membuktikan bahwa pembangunan ekonomi desa tidak hanya bertumpu pada sektor pertanian, tetapi juga dapat berkembang melalui industri kreatif berbasis sumber daya lokal.

“Produk seperti ini memiliki karakter yang kuat karena mengangkat kekayaan alam daerah. Inovasi yang lahir dari masyarakat perlu terus kita dukung agar mampu menjadi sumber ekonomi baru sekaligus memperkenalkan identitas Tanjung Jabung Barat kepada masyarakat luas,” ujar Bupati.

Ia menilai setiap lembar kain ecoprint bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mengandung cerita tentang budaya, kreativitas, dan potensi alam daerah. Karena itu, pemerintah daerah ingin mendorong agar produk-produk UMKM tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal, tetapi mampu bersaing di pasar regional bahkan nasional.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Bupati membeli langsung sejumlah produk ecoprint hasil karya para pelaku UMKM. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan semangat kepada para perajin untuk terus meningkatkan kualitas produksi sekaligus menjaga konsistensi dalam menghasilkan produk yang memiliki daya saing.

Lebih lanjut, Anwar Sadat menegaskan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat akan terus memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM, mulai dari pengurusan legalitas usaha, sertifikasi produk, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), peningkatan kualitas kemasan, hingga promosi dan perluasan akses pemasaran melalui berbagai kegiatan pameran maupun platform digital.

Menurutnya, tantangan UMKM saat ini bukan lagi sebatas menghasilkan produk, tetapi bagaimana membangun merek yang kuat, menjaga kualitas secara konsisten, serta mampu membaca kebutuhan pasar yang terus berkembang.

“Produk ini memiliki potensi besar untuk berkembang. Pemerintah akan terus memberikan dukungan agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Jika kualitas terus ditingkatkan dan pemasarannya diperkuat, saya optimistis ecoprint Kuala Dasal dapat menjadi salah satu produk unggulan Kabupaten Tanjung Jabung Barat,” tegasnya.

Sementara itu, para pelaku UMKM mengaku senang atas perhatian yang diberikan pemerintah daerah. Mereka berharap pendampingan yang dilakukan dapat membuka peluang pasar yang lebih luas sehingga produk ecoprint berbahan daun resam semakin dikenal oleh masyarakat di luar daerah.

Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan UMKM sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, produk-produk lokal diharapkan mampu tumbuh menjadi komoditas unggulan yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan warga, tetapi juga mengharumkan nama Tanjung Jabung Barat di tingkat nasional. (joko)