Perkuat Budaya Baca dan Bahasa Daerah, Wabup Katamso Bangun Sinergi Literasi Bersama Balai Bahasa Jambi

JAMBI13 Dilihat

TANJAB BARAT – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan budaya literasi. Upaya tersebut diwujudkan melalui audiensi antara Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, S.A., S.E., M.E., dengan Kepala Balai Bahasa Provinsi Jambi di Ruang Rapat Bupati, Kamis (16/7).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut menjadi langkah awal mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan Balai Bahasa Provinsi Jambi dalam mendukung pembangunan literasi masyarakat. Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari pembinaan kebahasaan, pelestarian bahasa daerah, peningkatan minat baca, hingga penguatan budaya menulis di lingkungan pendidikan maupun masyarakat umum.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Katamso menegaskan bahwa literasi tidak lagi dimaknai sebatas kemampuan membaca dan menulis, melainkan telah menjadi salah satu indikator penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.

Menurutnya, perubahan indikator penilaian literasi di tingkat nasional menjadi tantangan baru yang harus direspons melalui kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, pemerintah daerah membutuhkan dukungan lembaga yang memiliki kompetensi di bidang kebahasaan dan kesastraan agar program peningkatan literasi dapat berjalan lebih efektif.

“Kami berharap Balai Bahasa Provinsi Jambi dapat memberikan pembinaan literasi kepada masyarakat sehingga kualitas literasi di Tanjung Jabung Barat terus meningkat. Sinergi ini sangat penting untuk membangun masyarakat yang gemar membaca, mampu berpikir kritis, dan memiliki kemampuan berbahasa yang baik,” ujar Katamso.

Ia menilai penguatan budaya literasi harus dimulai sejak usia dini melalui lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat. Dengan meningkatnya kemampuan literasi, masyarakat diharapkan mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta beradaptasi dengan berbagai perubahan di era digital.

Selain peningkatan kemampuan membaca dan menulis, pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap pelestarian bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya. Katamso menegaskan bahwa bahasa daerah merupakan kekayaan budaya yang harus dijaga agar tetap dikenal dan digunakan oleh generasi muda.

Menurutnya, pelestarian bahasa daerah dapat berjalan beriringan dengan penguatan literasi nasional melalui berbagai kegiatan edukatif, seperti pelatihan menulis, lomba karya sastra, pendampingan komunitas literasi, hingga pembinaan terhadap tenaga pendidik.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jambi menyambut baik komitmen Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam meningkatkan budaya literasi masyarakat. Ia menyatakan kesiapan Balai Bahasa untuk mendukung berbagai program daerah melalui pendampingan kebahasaan, pelatihan literasi, pembinaan kesastraan, serta pelestarian bahasa daerah.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan literasi memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, serta masyarakat. Dengan kerja sama tersebut, berbagai program literasi diharapkan mampu menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, termasuk hingga ke wilayah pedesaan.

Audiensi tersebut juga menjadi momentum untuk menjajaki sejumlah program kolaboratif yang dapat direalisasikan dalam waktu dekat, baik melalui kegiatan edukasi di sekolah, pembinaan komunitas literasi, maupun penyelenggaraan kegiatan kebahasaan yang melibatkan masyarakat luas.

Melalui sinergi yang dibangun bersama Balai Bahasa Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat berharap budaya membaca, menulis, serta kecintaan terhadap bahasa Indonesia dan bahasa daerah dapat terus berkembang. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di tengah perkembangan zaman. (joko)