
TANJAB BARAT – Keberhasilan budidaya melon di Desa Kuala Dasal, Kecamatan Tungkal Ulu, menjadi bukti bahwa sektor hortikultura memiliki prospek besar sebagai penggerak ekonomi baru di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Hal tersebut disampaikan Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., saat menghadiri Panen Raya Melon bersama Wakil Bupati Dr. H. Katamso SA, S.E., M.E., di kawasan Agrowisata Budidaya Melon Desa Kuala Dasal, Jumat (17/7).
Panen raya yang berlangsung di lahan seluas sekitar 0,6 hektare itu memperlihatkan hasil yang menggembirakan. Dari sekitar 3.000 batang tanaman melon, kelompok tani berhasil memanen kurang lebih 16 ton buah melon berkualitas premium yang telah dipasarkan ke berbagai daerah, mulai dari Kota Jambi, Batam, hingga Jakarta. Bahkan, sebagian hasil panen juga menjadi pemasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir, dengan volume pengiriman mencapai 600 kilogram.
Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat memberikan apresiasi kepada kelompok tani, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan seluruh pihak yang telah bekerja sama mengembangkan budidaya melon hingga menjadi salah satu komoditas unggulan di Kecamatan Tungkal Ulu.
Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa masyarakat desa mampu menciptakan inovasi di sektor pertanian apabila didukung semangat kerja keras, pendampingan yang baik, serta kolaborasi berbagai pihak.
“Yang kita panen hari ini bukan hanya buah melon, tetapi juga hasil kerja keras, inovasi, dan semangat masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi desa. Keberhasilan ini patut menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk terus mengembangkan potensi lokal yang dimiliki,” ujar Bupati.
Bupati menilai selama ini Kabupaten Tanjung Jabung Barat lebih dikenal sebagai daerah penghasil kelapa sawit dan karet. Namun, keberhasilan budidaya melon di Kuala Dasal menunjukkan bahwa komoditas hortikultura juga mampu memberikan nilai ekonomi tinggi sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat akan terus mendorong pengembangan sektor hortikultura melalui konsep One Village One Product (OVOP), sehingga setiap desa memiliki produk unggulan yang mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
Selain meningkatkan produksi, Bupati juga menekankan pentingnya membangun sistem agribisnis yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Menurutnya, petani saat ini tidak cukup hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga harus mampu mengembangkan kemasan produk, membangun merek dagang, memanfaatkan teknologi digital, hingga memperluas jaringan pemasaran agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Dalam kesempatan tersebut, kelompok tani juga menyampaikan aspirasi terkait keterbatasan lahan yang masih menjadi kendala utama dalam meningkatkan kapasitas produksi. Menanggapi hal itu, Bupati menyatakan pemerintah daerah siap membangun komunikasi dengan berbagai perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, termasuk PT WKS, guna menjajaki kemungkinan kerja sama penyediaan lahan pengembangan hortikultura sesuai ketentuan yang berlaku.
Jika rencana pengembangan kawasan hortikultura seluas sekitar lima hektare dapat direalisasikan, produksi melon diperkirakan mampu meningkat hingga mencapai 30 ton setiap musim tanam. Kondisi tersebut diyakini akan membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan pendapatan petani.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani, Darmaji, mengaku bersyukur atas keberhasilan panen perdana yang mendapat perhatian langsung dari pemerintah daerah. Ia mengatakan permintaan pasar terhadap melon Kuala Dasal terus meningkat, sehingga kelompok tani optimistis komoditas tersebut mampu menjadi salah satu sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
Ia berharap dukungan pemerintah terhadap penyediaan lahan, pendampingan teknis, serta akses pemasaran dapat terus ditingkatkan agar budidaya melon berkembang menjadi kawasan hortikultura terpadu yang mampu menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Anwar Sadat mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong, inovasi, dan kolaborasi dalam membangun sektor pertanian modern. Menurutnya, keberhasilan Desa Kuala Dasal menjadi bukti bahwa potensi desa dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.
Kegiatan panen raya tersebut turut dihadiri Asisten I Setda Tanjung Jabung Barat H. Johan Hendri Bororing, S.STP., sejumlah kepala OPD, unsur Forkopimcam, pemerintah desa, perwakilan perusahaan, penyuluh pertanian, kelompok tani, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta insan pers. Kehadiran berbagai pihak menjadi simbol dukungan bersama terhadap pengembangan sektor hortikultura sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi daerah. (joko)