Jember,PN – Pelayanan administrasi rumah sakit Balung di keluhkan warga Curah Kalong Bangsalsari kabupaten Jember.
Dikatakan Abdul Hasan , sebelumnya (Supia) warga RT 01 RW 28 Desa Curah Kalong
Bangsalsari Jember rawat inap di RS Balung masuk sejak hari Minggu 4 Oktober hingga hari Rabu 7 Oktober.
Namun pada hari Rabu 07 Oktober oleh petugas ruangan RSD Balung pasien diperbolehkan pulang tapi akan di buatkan rujukan dulu ke Patrang (RSD dr Soebandi) untuk rawat jalan.
“Dibuatkan rujukan ke Patrang (Soebandi) oleh petugas ruangan RSD Balung tapi tulisan tangan,” kata Abdul Hasan.
Namun , dijelaskan Abdul Hasan surat rujukan yang dibuatkan oleh petugas ruangan RSD Balung tidak bisa tidak bisa di proses RSD Soebandi karena di tulis tangan.
Abdul Hasan mengaku heran kok berani surat rujukan di tulis tangan,”apa punya wewenang,” kata Hasan bertanya-tanya.
Hasan menjelaskan mintanya RSD Soebandi rujukan yang di ketik Komputer,”kata Hasan.
Akan tetapi ketika pihak RSD Soebandi menghubungi RS Balung langsung bisa di terima dan di layani.
Namun oleh petugas ruangan RS Balung seharusnya rujukan di buatkan tanggal 7 Oktober justru di buat tanggal 8 Oktober. Dari itu saya mulai kesulitan hingga harus naik turun tangga di RSD Soebandi.
Bahkan di suruh menghubungi pihak RSD Balung. Sedangkan pihak RSD Balung menyampaikan masih proses walupun sudah menunggu hingga 2 jam lebih.
Akibat menunggu proses terlalu lama dokter yang ia tuju dari rumah jam operasional prakteknya selesai.
” Kan jam 11 siang pelayanan dokter yang dituju sudah tutup mas, dan harus pindah ke dokter lain,” terang Abdul Hasan.
Saya heran kok bisa-bisanya rujukan tulisan tangan yang di buat petugas RSD Balung tidak bisa di proses di RSD Soebandi.
“Kalau memang rujukan tulis tangan tidak bisa di proses di Soebandi kenapa kok saya di buatkan rujukan dengan tulisan tangan,” sesal Abdul Hasan.
Akibat proses administrasi yang terlalu lama Pasiennya mengalami lemas dan muntah,”pungkas Hasan.
Sementara pada caption akun tiktok rsdbalungjember RSD Balung terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.
Dengan adanya keluhan yang dialami pasien dan keluarganya awak media berupaya melakukan konfirmasi ke Direktur RS Balung melalui pesan Watshapnya namun tidak ada jawaban. Bahkan hingga melakukan panggilan telepon juga tidak di angkat. (ji)