KUALA TUNGKAL, Publiknusantara.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis keagamaan kembali ditegaskan melalui peletakan batu pertama perluasan pembangunan Madrasah Diniyah Raudhatul Hidayah di Parit Lapis Tomo, Kecamatan Betara, Jumat (17/04/2026).
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., bersama Wakil Bupati Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., ini menjadi simbol dimulainya pengembangan sarana pendidikan guna menjawab kebutuhan masyarakat akan akses pendidikan agama yang lebih layak dan memadai.
Peletakan batu pertama tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja pemerintah daerah, yang sebelumnya diawali dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama para camat dan lurah se-Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat mengungkapkan bahwa jumlah santri di madrasah tersebut terus mengalami peningkatan, sehingga diperlukan penambahan fasilitas belajar berupa tiga ruang kelas baru.
“Santri kita hampir mencapai 170 orang. Dengan adanya tambahan ruang kelas ini, kita harapkan anak-anak dari Parit Lapis Tomo, Parit Tekat, dan wilayah sekitarnya dapat menikmati proses belajar yang lebih nyaman dan berkualitas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, serta pelaku usaha dalam mendukung pembangunan sektor pendidikan. Ia mengajak seluruh pihak untuk turut berkontribusi melalui infak dan sedekah sebagai bentuk investasi jangka panjang bagi generasi penerus.
“Pembangunan madrasah ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita bersama. Ini adalah investasi masa depan yang nilainya sangat besar,” tegasnya.
Selain agenda pembangunan madrasah, Bupati dan Wakil Bupati juga melaksanakan kegiatan Safari Jumat di Masjid Baitul Ihsan, Parit Panglong. Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah menyalurkan berbagai bantuan sosial sebagai bagian dari program unggulan daerah.
Bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako bagi lansia, pemberian susu padat gizi untuk anak-anak sebagai langkah intervensi stunting, tali asih untuk petugas syarak seperti imam, khatib, bilal, dan kaum, serta santunan kepada anak yatim.
Bupati Anwar Sadat menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat melalui kegiatan turun langsung ke lapangan merupakan bentuk nyata komitmen dalam memastikan program keagamaan, sosial, dan kesehatan berjalan secara terpadu dan tepat sasaran.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pemerintah harus hadir, tidak hanya dalam kebijakan, tetapi juga dalam aksi nyata di lapangan,” pungkasnya. (Joko/*)