Kuala Tungkal, Publiknusantara.com – Aksi kekerasan berdarah kembali menggemparkan warga Kuala Tungkal. Seorang pemuda berinisial MG nekat menikam temannya sendiri hingga tewas dalam sebuah insiden yang terjadi di Pasar Ikan Tanggo Rajo Ilir, Kamis dini hari (05/02/2026).
Pelaku berhasil diamankan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanjung Jabung Barat hanya dalam hitungan jam setelah kejadian. Sementara korban, Aldi Budiartini Hamrozi (23), pelajar asal Kelurahan Tungkal II, meninggal dunia akibat luka tusuk di bagian dada.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Berdasarkan keterangan kepolisian, kejadian bermula saat pelaku tengah mengonsumsi minuman keras jenis tuak bersama di area pasar.
Kapolres Tanjung Jabung Barat melalui Kasat Reskrim AKP Frans Septiawan Sipayung, S.Tr.K., menjelaskan bahwa ancaman tersebut memicu emosi pelaku.
“Pelaku merasa tersinggung dan sakit hati. Ia kemudian pulang ke rumah untuk mengambil pisau dapur dan kembali ke lokasi kejadian,” ungkap AKP Frans.
Sesampainya di lokasi, MG langsung menghampiri korban dan menusuk dada kiri korban sebanyak satu kali. Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri meninggalkan korban yang tergeletak bersimbah darah.
Korban Tewas, Polisi Bergerak Cepat
Polisi menerima laporan kejadian sekitar pukul 04.30 WIB. Personel piket fungsi Polres Tanjab Barat segera menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi.
Tim gabungan Satreskrim dan Satintelkam pun bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap pelaku. Pada pukul 06.00 WIB, petugas mendatangi kediaman MG di kawasan Pelabuhan TPI Kuala Tungkal, namun pelaku sudah lebih dulu melarikan diri.
Satu jam kemudian, polisi mendapat informasi bahwa MG bersembunyi di rumah pamannya, Riski, di Jalan Ki Hajar Dewantara. Tanpa membuang waktu, petugas langsung melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan. MG kemudian digiring ke Mapolres Tanjung Jabung Barat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan awal, motif penikaman diduga kuat karena sakit hati dan emosi sesaat akibat ancaman korban saat keduanya dalam pengaruh minuman keras.
Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku atas perbuatannya yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain. (Joko/*)