Kuala Tungkal, Publiknusantara.com – Bupati Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menunjukkan kepedulian dan respons cepat Pemerintah Daerah dengan meninjau langsung lokasi kebakaran asrama putra Pondok Pesantren Al Baqiyatus Shalihat, Kecamatan Tungkal Ilir, Senin (09/02/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan tak lama setelah kebakaran yang terjadi pada pagi hari dan menghanguskan satu bangunan asrama semipermanen serta empat kamar santri. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini berdampak pada 29 santri dan 11 keluarga guru, sehingga total 40 korban terdampak.
Di lokasi kejadian, Bupati Anwar Sadat menyerahkan bantuan langsung kepada para korban sebagai bentuk kehadiran negara di tengah musibah. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat siap membantu proses pemulihan agar aktivitas pendidikan pesantren dapat kembali berjalan normal.
“Kami akan membantu semaksimal mungkin untuk memulihkan keadaan dan memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan lancar,” tegas Bupati.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan (Damkar) yang bergerak cepat memadamkan api sehingga kebakaran tidak meluas ke bangunan lainnya.
“Terima kasih atas kesigapan Tim Damkar. Ini membuktikan bahwa Pemerintah Daerah hadir kapan pun, di mana pun, dan jam berapa pun masyarakat membutuhkan,” ujarnya.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi 20 paket tas sekolah lengkap dengan alat tulis, serta bantuan logistik lainnya berupa kasur, kain atau sarung, selimut, beras premium, makanan siap saji, mi instan, minyak goreng, biskuit kaleng, gula, sarden, susu, uang tunai, baju muslim, dan kitab belajar.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Anwar Sadat turut didampingi Dandim, Asisten Administrasi Umum yang juga Plt Kepala Dinas Sosial, Inspektur, Kepala BKAD, Kadis Perkim, Kadis Perikanan, Kalak BPBD, Kadis Damkar, Sekretaris Ketahanan Pangan, Sekretaris Dinsos, Camat Tungkal Ilir, serta Lurah Nibung.
Hingga saat ini, penyelidikan penyebab kebakaran masih dilakukan oleh pihak berwenang. Pemerintah Daerah berharap proses pemulihan fasilitas pesantren dapat segera rampung sehingga kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung dengan aman dan nyaman. (Joko/*)