Camat Umbulsari Sekaligus PPK Setempat Membandrol Rp 1.250.000.000 Untuk Rencana Kegiatan Bupati

JAWA TIMUR, JEMBER89 Dilihat

Jember,PN – Sebagian APBD Kabupaten Jember 2026 di gunakan untuk belanja barang dalam satu kali kegiatan mencapai miliaran rupiah.

Tak tanggung-tanggung,media ini menulis belanja yang di maksud berupa Mie Instan dan Beras kemasan 5 kg yang akan di bagikan kepada masyarakat wilayah kecamatan Umbulsari pada 30 Oktober 2026 mendatang.

Dalam dokumen spesifikasi tehnis pengadaan barang dan jasa melalui e-purchasing nomor : 000.3.1/30/35.09.05/2026.
Di sebutkan bahwa semua barang di kemas dalam tas Spunbond ukuran 35 x15x45 pink tulisan warna biru dengan tulisan sisi kanan Home Care , Wadul Gus’e dan sisi kiri foto bupati Jember dengan slogan Jember Baru Jember Maju. yang di tandatangani 14 Oktober 2026 oleh Prihan Jadid camat Umbulsari yang sekaligus PPK setempat.

Diketahui bersama bahwa APBD adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau istilah sederhananya, itu dompetnya Kabupaten/kota atau provinsi termasuk juga kabupaten Jember selama setahun.

Penelusuran media ini Kecamatan Umbulsari pada 30 Oktober mendatang akan menggelar kegiatan sosialisasi dan branding.

Camat yang sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk pengadaan belanja 5000 paket barang sembako akan di bagikan ke warga di wilayah kecamatan Umbulsari untuk 5 titik lokasi.

“Jika terjadi kerusakan barang penyedia segera mengganti dalam waktu 1×24 jam sebelum waktu pelaksanaan kegiatan 30 Oktober 2026 atau sesuai ketentuan PA/KPA/PPK yang di persyaratkan,” dalam tulisannya.

Tak sedikit, Camat Umbulsari yang sekaligus PPK itu membandrol Rp 1.250.000.000 sumber dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2026 yang tertuang dalam Kode Rekening 5.1.02.01.001.00039 di tandatangani Prihan Jadid, S.STP, M.Si pada tanggal 14 Oktober 2026.

Target dan sasaran kegiatan adalah terpenuhinya sembako untuk peserta kegiatan sosialisasi dan jaring aspirasi masyarakat di lingkup Kecamatan Umbulsarl Kabupaten Jember

Dikatakan Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Cinta Jember (FKMCJ) Jumantoro, anggaran itu sangat fantastis jika untuk Mie Instan dan Beras sebanyak itu belum lagi Catering dan Terop maka bisa-bisa mencapai 1.8 miliar atau bahkan lebih hanya untuk membiayai kegiatan branding, 27 Oktober 2026.

Kalau semua Kecamatan dapat alokasi anggaran sebesar itu berapa beban APBD dalam setahun yang hanya digunakan untuk Eforia dan Pencitraan saja.

Baginya APBD itu uang rakyat yang di hasilkan dari pajak rakyat maka harus hati-hati dalam mengelola,bukan seperti itu. Dengan anggaran yang besar itu seyogyanya dapat digunakan untuk hal hal yang lebih produktif pemberdayaan masyarakat sehingga Kesejahteraan meningkat.

Ditambahkan Jumantoro, kalau hanya untuk sosialisasi pengurusan Adminduk gratis dan bahkan menyampaikan capaian kinerja tidak perlu sebanyak itu, apalagi sekarang sudah era android sudah ada medsos baik Facebook, Instagram, tiktok dan juga portal berita, maka dengan anggaran miliaran itu kalau saya menilai kampanye terselubung.

Jumantoro menilai akan ada mobilisasi massa tekanan ke kades-kades harus mengumpulkan massa untuk mengikuti kegiatan perangkat desa dan RT/RW wajib hadir, kalau tidak dianggap tidak mendukung Bupati,”kata Jumantoro.

Pola umum di politik lokal
Program seperti Bunga Desa misalnya secara teori adalah good governance tapi dalam tahun politik 1-2 tahun sebelum Pilkada. Fungsinya akan bergeser jadi alat konsolidasi suara di tingkat desa karena camat dan Kades adalah mobilisator paling efektif,” pungkasnya.