TANJAB BARAT, Publiknusantara.com – Kepedulian terhadap korban kebakaran di Kelurahan Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, kembali ditunjukkan pemerintah. Gubernur Jambi Al Haris bersama Bupati Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., dan Wakil Bupati Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., turun langsung meninjau lokasi sekaligus menyerahkan bantuan, Rabu (06/05/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan usai rangkaian agenda bersama Menteri Kesehatan di Kuala Tungkal. Tanpa jeda, rombongan langsung bergerak menuju lokasi kebakaran untuk memastikan kondisi warga serta penanganan pascabencana berjalan optimal.
Setibanya di lokasi, Gubernur Al Haris dan Bupati Anwar Sadat disambut hangat oleh masyarakat terdampak. Keduanya tampak menyapa para korban, berdialog langsung, serta menyerahkan bantuan secara simbolis. Kehadiran mereka menjadi suntikan semangat bagi warga yang tengah berjuang bangkit dari musibah.
Dalam arahannya, Gubernur Al Haris menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dalam mendukung percepatan pemulihan pascakebakaran. Ia meminta seluruh pihak, baik pemerintah daerah maupun instansi terkait, untuk bersinergi dalam penanganan.
“Pemerintah hadir untuk memastikan para korban mendapatkan bantuan dan perhatian maksimal,” tegas Al Haris.
Ia juga mengajak sektor swasta, pengusaha, hingga masyarakat luas untuk turut ambil bagian membantu para korban. Menurutnya, solidaritas sosial menjadi kunci dalam menghadapi bencana.
Tak hanya itu, Gubernur juga mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bergotong royong membantu penanganan awal, termasuk pembersihan lokasi serta memastikan kondisi kesehatan korban melalui dukungan tenaga medis.
Sementara itu, Bupati Anwar Sadat menegaskan bahwa Pemkab Tanjung Jabung Barat telah bergerak cepat sejak hari pertama kejadian. Dapur umum langsung didirikan dan beroperasi selama tiga hari guna memenuhi kebutuhan konsumsi para korban.
“Kami pastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi, mulai dari makanan hingga bantuan logistik lainnya,” ujar Bupati.
Selain bantuan pangan dan sandang, pemerintah daerah juga telah menyalurkan bantuan dana yang dihimpun dari berbagai pihak, mulai dari ASN, organisasi masyarakat, pemuda, hingga perusahaan swasta.
“Bantuan ini kami serahkan langsung kepada korban agar dapat dimanfaatkan, khususnya untuk membantu pembangunan kembali rumah mereka,” tambahnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada warga dan keluarga yang telah menampung sementara para korban, seraya menegaskan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi situasi darurat.
Ke depan, Pemkab Tanjab Barat akan melakukan sejumlah langkah antisipatif guna mencegah kejadian serupa. Salah satunya melalui penataan kawasan permukiman padat serta pelebaran akses jalan yang selama ini menjadi kendala bagi mobil pemadam kebakaran.
“Kami berharap masyarakat mendukung upaya pelebaran jalan agar penanganan darurat bisa lebih cepat dan efektif,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga akan melakukan pengecekan rutin sumber air, penambahan armada pemadam, serta penataan ulang instalasi listrik di kawasan tersebut.
Bupati Anwar Sadat turut menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jambi. Menurutnya, kehadiran langsung Gubernur Al Haris menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam mempercepat pemulihan pascabencana.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi 198 paket pangan dan logistik, 38 paket kasur dan perlengkapan anak, 32 paket perlengkapan sekolah, 20 paket pakaian layak pakai, serta bantuan tunai dari ASN Pemkab Tanjab Barat sebesar Rp34.124.000 dan dari Kwarcab Pramuka sebesar Rp13.057.000.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jambi turut menyalurkan 85 karung beras, 20 unit kasur, perlengkapan sekolah, bantuan kebutuhan dasar dari BPBD senilai Rp66.342.234, serta bantuan dari BAZNAS sebesar Rp50.000.000.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Tanjab Barat, Sekretaris Daerah Hermansyah, jajaran OPD, unsur TNI-Polri, pejabat Pemerintah Provinsi Jambi, Camat Pengabuan, Lurah Teluk Nilau, serta masyarakat setempat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di tengah musibah, semangat gotong royong dan kepedulian sosial tetap menjadi kekuatan utama dalam membantu sesama bangkit kembali. (Joko/*)