SELAMAT DATANG DI SITUS KAMI, BILA  TERDAPAT KEKELIRUAN DAN KESALAHAN SEGALA BENTUK TULISAN BERITA YANG SUDAH DITERBITKAN MENJADI TANGUNG JAWAB PENULIS SEPENUHNYA

Dihadiri Umi Zahrok PPDI Lumajang Berslogan Disabilitas Melampaui Batas

Lumajang,PN – Umi Zahrok anggota DPRD Provinsi Jatim wilayah Dapil V Lumajang-Jember melaksanakan kunjungan kerja ke Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Cabang Lumajang.

Hadir dalam kunjungan kerja tersebut , Ali PPDI Lumajang,Umi Zahrok DPRD Jatim fraksi PKB dan rombongan, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Persatuan Netra Indonesia (PERTUNI),Nation Paralympic Comitte of Indonesia (NPCI).

Umi Zahrok mengatakan bahwa turun langsung ke kaum disabilitas dalam rangka merealisasikan amanat UU No. 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas untuk Pelindungan dan pemberdayaan bagi penyandang Disabilitas sangat penting dilakukan.

“Provinsi Jawa Timur memiliki UPT Rehabilasi Rumah Sosial Bina Netra (RSBN) yang telah melahirkan peserta didik produktif,”ujar wanita kelahiran Semboro Kabupaten Jember itu.

Ia menjelaskan bahwa penyandang disabilitas tidak cukup mendapat belas kasihan atau charity tapi lebih pada empowering atau pemberdayaan.

“Penyandang tuna netra harus punya keahlian misal tukang pijat satu hari bisa 2 hingga 3 orang sehingga punya penghasilan 100 hingga 150 ribu , tuna daksa punya keahlian atletik paralympic dayung ada lagi yang ahli elektronik, rias manten ,mereka semua harus kita berdayakan agar mempunyai pendapatan untuk kebutuhan hidup,”beber Umi Zahrok anggota komisi E DPRD Jatim. 29/11/2022.

Oleh sebab itu, lanjut alumni Universitas Indonesia Jakarta itu. Pemerintah desa melalui Tim Kegiatan Sosial Kecamatan ( TKSK) maupun dinas terkait harus jemput bola untuk mensinkronisasikan Pemutahiran data disabilitas seperti program – program Kemensos diantaranya PKH disabilitas,”terangnya.

Sementara itu PPDI Lumajang menyampaikan aspirasi kepada Umi Zahrok anggota DPRD Jatim fraksi PKB untuk difasilitasi tempat panti pijat bersama, fasilitas olahraga bagi disabilitas,pembinaan olah raga,pelatihan olahraga,buku Braile dan komputer yg bisa bicara.

“Sebagai bentuk kepedulian kami ke PPDI acara HDI dirayakan setiap tahun , tapi kami ingin memiliki Sekretariat Bersama (Sekber) dan modal usaha,”ungkap Agus Hasan.

Lanjut Agus Hasan , PPDI Lumajang banyak berkiprah sebab slogan kami “Disabilitas Melampau Batas” dan PPDI bermitra dengan Rumah Sakit Jawa Timur dan mintra lain.

“Tapi banyak kasus kepedulian yang ditangani PPDI Lumajang misal bayi bibir sumbing, kerjasama dengan NGO, Buddha Succi dan membiayai anak-anak Sekolah Disabilitas, tapi sayang memang pemerintah daerah belum maksimal melayani,”tutupnya.

Laporan : Mujianto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *